Home / berita umum / BPN Semestinya Berusaha Biar SBY Bersedia Maksimum Mengkampanyekan Prabowo-Sandi

BPN Semestinya Berusaha Biar SBY Bersedia Maksimum Mengkampanyekan Prabowo-Sandi

 BPN Semestinya Berusaha Biar SBY Bersedia Maksimum Mengkampanyekan Prabowo-Sandi – Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mesti tidak hadir mengkampanyekan pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendekati pencoblosan Pemilihan presiden 2019. SBY sekarang tetap konsentrasi menemani istrinya, Ani Yudhoyono, yg tengah dirawat dalam rumah sakit di Singapura lantaran sakit kanker darah.

Apabila mengecek ke belakang, absennya SBY dalam kampaye Prabowo-Sandi sesungguhnya bukan kesempatan ini saja berlangsung. Dalam beberapa pertemuan atau aktivitas kampanye paslon nomer urut 02 itu, SBY kerap gak datang.

Pada September tahun yang kemarin umpamanya, SBY tidak hadir dalam pertemuan ketum partai pengusung Prabowo-Sandi yg diadakan dalam rumah Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan. Sesaat Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan serta Ketum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman datang buat rapat dengan Prabowo.

Dalam pertemuan di tempat tinggal Prabowo sesudah itu, SBY kembali tidak hadir. Kemunculannya kala itu diwakilkan oleh Wakil Ketum Partai Demokrat Syarief Hasan. Walaupun sebenarnya obyek rapat dalam pertemuan dimaksud cukuplah utama berkat membicarakan finalisasi team pemenangan.

Paling akhir, Presiden RI ke-6 itu ikut gak datang dalam debat Pemilihan presiden 2019 perdana pada Januari waktu lalu.

Sejak mulai awal deklarasi Prabowo-Sandi, SBY memang gak sempat kelihatan duduk berbarengan Zulkifli atau Sohibul dalam sebuah komunitas. Dalam sejumlah peluang, SBY lebih menentukan mengerjakan pertemuan hanya cukup Prabowo di kediamannya di Kuningan, Jakarta Selatan.

Pihak Demokrat kala itu menyatakan kalau SBY baru bakal mengkampanyekan Prabowo-Sandi pada Maret lain kesempatan. Partai berlambang mercy itu beralasan tetap konsentrasi menyediakan diri buat hadapi Penentuan Legislatif 2019.

Pengamat politik Kampus Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin gak menolak absennya SBY dalam kampanye Prabowo-Sandi berkat mau konsentrasi pada pemenangan Pileg 2019. Ujang yakin, SBY udah mengkalkulasi aktivitas kampanye buat Prabowo-Sandi gak bakal menguntungkan untuk Partai Demokrat.

” Nampaknya SBY memang tak turut serta terlampau dalam buat kampanye Prabowo-Sandi. Mungkin lantaran tak ada keuntungannya untuk Demokrat hingga SBY malas-malasan,

Menurut Ujang, kampanye untuk Prabowo-Sandi cuma menguntungkan Partai Gerindra jadi partai yg membawa langsung calonnya dalam Pemilihan presiden 2019. Sesaat Demokrat atau partai pengusung beda seperti PAN serta PKS dianggap Ujang gak bakal memperoleh keuntungan elektabillitas.

” Mempunyai arti mereka kampanye buat partainya sendiri lantaran lebih utama dari sekadar kampanye pemilihan presiden, ” ujarnya.

Di lain bagian, absennya SBY dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandi dianggap gak bakal terlampau mempengaruhi pengumpulan kepopuleran paslon itu. SEbab, Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) sebagai team kampanye Prabowo-Sandi, kata Ujang, udah menjalankan kiat kampanye dengan cukuplah baik walaupun tiada keikutsertaan SBY.

Apabila SBY terjun langsung ke lapangan lantas, menurut Ujang, gak bakal beresiko penting pada penambahan kepopuleran Prabowo-Sandi. Masalah ini gak terlepas dari ketentuan warga yg kebanyakan udah punyai pilihan dalam Pemilihan presiden 2019.

” Bila lantas SBY turun gelanggang, gak bakal banyak memiliki pengaruh ke Prabowo-Sandi lantaran warga udah punyai pilihan semasing. Yg belum juga punyai cuma swing voters, ” ujar Ujang.

Meski demikian, susulnya, keikutsertaan SBY dalam kampanye pemilihan presiden terus utama buat mengontrol kesatuan interaksi dengan Prabowo-Sandi. Andil SBY ikut dianggap bisa menjadi legitimasi politik untuk Prabowo-Sandi kalau jenderal TNI itu memang beri dukungan kedua-duanya.

Ujang memperkirakan SBY baru bakal mengkampanyekan Prabowo-Sandi di penghujung saat kampanye. Usaha ini di pengaruhi adat politisi di Indonesia yg senang memakai saat akhir bersisihan dengan tenggat waktu.

” Memang kerap berlangsung di permainan politik negeri ini. Berkas calon legislatif di ajukan last minute, pendaftaran calon presiden calon wakil presiden ikut, kampanye lantas demikian, ” ujarnya.

Saran sama diungkapkan pengamat politik Kampus Padjajaran Firman Manan. Menurut Firman, absennya SBY dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandi gak terlepas dari pertimbangan untung rugi untuk Partai Demokrat. Ditambah lagi hasil dari beberapa survey, kepopuleran Partai Demokrat tetap jauh dibawah Gerindra.

” Buat apakah SBY kampanye habis-habisan namun tak kasih keuntungan untuk Demokrat. Jadi yang bisa resikonya Gerindra. Itu yg bikin SBY terasa tidaklah terlalu utama kampanyekan Prabowo-Sandi, ” ujar Firman.

Tetapi, tidak sama dengan Ujang, Firman menilainya absennya SBY bakal menyebabkan kerugian besar untuk team kampanye Prabowo-Sandi. Dikarenakan, SBY adalah figure yg punyai magnet elektoral cukuplah kuat pada beberapa group pemilih.

Tidak hanya itu, SBY ikut dikira punyai rekam jejak menguasai sehabis pimpin pemerintahan sepanjang dua periode. Kapabilitas itu, menurut Ujang, gak bisa ketimbang dengan anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, yang masuk deretan dewan pembina BPN.

” Absennya SBY sesungguhnya kerugian besar lantaran tak ada yg dapat gantikan andilnya. Bila AHY saya fikir magnet elektoralnya tak sekuat SBY, ” kata Firman.

Dia mengemukakan, BPN semestinya berusaha biar SBY bersedia maksimum mengkampanyekan Prabowo-Sandi dalam Pemilihan presiden 2019. Langkah barusan di yakini bisa menggenjot kepopuleran Prabowo-Sandi.

” Bila pengin efisien ya tarik SBY. Namun bila tak, kerjakan saja kiat yg sejauh ini udah ada, ” ujarnya.

About admin