Home / berita umum / Digugat cerai, Sadih Hantam Istri Dengan Palu Hingga Tewas

Digugat cerai, Sadih Hantam Istri Dengan Palu Hingga Tewas

Digugat cerai, Sadih Hantam Istri Dengan Palu Hingga Tewas – Pembunuhan kepada Leli Lismawati (39) yg dilaksanakan suaminya Sadih Muksin (40) dilatarbelakangi kekesalan tersangka lantaran digugat cerai korban. Leli lantas tewas sehabis dihantam palu pada bagian kepalanya oleh tersangka.

Pembunuhan sadis ini berjalan di Perumahan Wisma Seroja, Asa Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (1/3/2018) siang. ” Motif penganiayaan yg berakhir dengan kematian ini lantaran permasalahan rumah tangga pada pemeran dengan korban, ” ungkap Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota, AKBP Dedy Supriyadi barusan siang.

Sekarang, Sadih masihlah di cek penyidik utk tahu motif kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu. Terungkapnya persoalan ini berasal kala warga memberikan laporan peristiwa itu terhadap kepolisian, bahwa Sadih laksanakan penyekapan terhadap istrinya.

Petugas lantas bergegas ke area utk mengeceknya. Setibanya disana, Leli udah meregang nyawa dengan situasi kepala berlumuran darah karna dipukul memanfaatkan palu. ”Dugaan sesaat korban tewas lantaran luka kritis pada bagian kepala karna dipukul memanfaatkan benda tumpul, ” pungkasnya.

Papa korban, Kusmiadi (61, mengakui tak mengira anaknya tewas di tangan suami. Kehadiran Kusmadi ke tempat tinggal anaknya utk melihat berita keributan Leli dengan suaminya. ”Leli memberi tahu melalui telpon bahwa dia lagi tengah pertengkaran dengan suaminya, ” ujarnya.

Lantas Kusmiadi segera laksanakan penelusuran ke tempat tinggal itu. Kehadiran Kusmiadi rupanya bertepatan dengan hadirnya anggota Polsek Bekasi Utara. Mereka maka terperanjat merasa Leli udah terkapar di area dapur dengan situasi kepala berdarah.

Menurutnya, anak serta suaminya benar-benar acapkali alami keributan. Suaminya udah 17 th. tak bekerja, maka Leli bekerja menjadi karyawan pabrik utk menumpang kepentingan tempat tinggal tangganya. Bahkan juga, Leli menuntut cerai Sadih di Pengadilan Negeri Agama Bekasi.

”Hari ini sesungguhnya anak saya pengin ubah bahkan juga udah pesan mobil utk mengangkut barang, ” jelasnya. Atas peristiwa ini, Kusmiadi memohon pihak kepolisian utk mengusut selesai persoalan ini serta menghukum seberat-beratnya persoalan KDRT yg menimbulkan anaknya tewas.

About admin