Home / berita umum / Keseruan 6 Turis di Madiun Ikuti Perlombaan 17 Agustus

Keseruan 6 Turis di Madiun Ikuti Perlombaan 17 Agustus

Keseruan 6 Turis di Madiun Ikuti Perlombaan 17 Agustus – Lomba Agustusan di Madiun kesempatan ini dikit berlainan dengan kedatangan masyarakat negara asing (WNA). Keterlibatan beberapa turis mancanegara ini membuat perlombaan semakin sengit serta lucu.

Uniknya, beberapa peserta lomba diharuskan menggunakan kain batik serta udeng atau ikat kepala. Buat pemenang lomba memiliki hak mendapatkan hadiah berbentuk kalung yang biasa dipakaikan untuk hewan sapi.

Seperti perlombaan 17 Agustus biasanya, beberapa permainan yang diperlombakan salah satunya, balap karung, berjalan dengan bakiak, lomba makan kerupuk, menggiring balon memakai terong, serta balap kelereng memakai sendok yang digigit di mulut.

Beberapa bule ini berbaur bersama dengan ikuti perlombaan dengan masyarakat desa ditempat. Peristiwa lucu waktu beberapa turis sudah sempat terjatuh waktu perlombaan berjalan dengan sandal bakiak panjang.

Kurang kekompakan dari grup berisi mereka terjatuh. Diakhir perlombaan, beberapa turis terasa bangga memperoleh hadiah berbentuk kalung sapi yang dipakaikan pada leher mereka.

” Ini dengan kebetulan beberapa tamu telah satu minggu tinggal di desa kami, menjadi sekalipun kami ajak untuk turut menyemarakkan HUT RI yang ke-73. Lucu sich buat menyemarakkan dengan mengajaknya ikuti perlombaan 17 Agustus, ” kata Ketua Grup Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gunung Sari, Bernard pada wartawan waktu didapati di tempat, Kamis (16/8/2018).

Lomba yang berada di ‘Punden Lempayung’ (tempat yang dikeramatkan), Desa Gunungsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun, kata Bernad, dibarengi 6 turis atau WNA. Mereka datang dari Spanyol, Jerman, Perancis, serta Arab Saudi.

” Beberapa turis asing dari empat negara itu sedang bermalam di homestay Desa Wisata Gunung Sari. Mereka menyengaja untuk berkunjung ke desa wisata kita, ” tuturnya.

Beberapa turis asing ini begitu ketertarikan ikuti perlombaan bersama dengan masyarakat yang diselenggarakan saat 10 hari. Seperti pasangan kekasih asal Spanyol bernama Andrew serta Alba. Mereka mengakui suka dibawa masyarakat ditempat ikuti lomba.

” Saya fikir ini pengalaman menarik, kami dapat berbaur dengan masyarkat lokal. Ini begitu menyenangkan sekali, serta tidak berada di negara kami, ” kata Andrew dengan bhs inggris yang ditranslate oleh Ketua Pokdarwis.

About admin