Home / pilkada / KPU DKI Langgar Kode Etik, Ahok Mengaku Malas Komentari

KPU DKI Langgar Kode Etik, Ahok Mengaku Malas Komentari

KPU DKI Langgar Kode Etik, Ahok Mengaku Malas Komentari – Calon gubernur nomor penentuan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok malas memberi komentar Ketua Komisi Penentuan Umum (KPU) DKI Jakarta yang dimaksud melaksanakan pelanggaran kode etik.

” Wah saya tidak tahu deh, bertanya DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) deh. Bukanlah lokasi gue, ” kata Ahok sembari menggelengkan kepalanya, di XXI Jakarta Theater, Sabtu (8/4/2017).

DKPP terlebih dulu menjelaskan Sumarno bisa di buktikan tidak mematuhi kode etik penyelenggara pemilu lantaran molornya proses rapat pleno penetapan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta pada putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta 2017 di Hotel Borobudur sekian waktu lalu.

DKPP menilainya hal itu punya potensi mengakibatkan kerusakan keyakinan umum pada penyelenggara pemilu di Indonesia lantaran rapat pleno itu ditayangkan serta menyebar luas. DKPP memberi hukuman peringatan berbentuk teguran keras pada Sumarno.

Berkaitan hal semacam ini, Ahok menerangkan argumennya walk out kala pleno itu. Ahok menyampaikan kalau dianya telah lewat lobi hotel serta ada kamera tv yang mengikutinya. Sedang calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat segera masuk ke ruangan VIP yang sudah disiapkan oleh KPU DKI Jakarta.

” Saya tidak pengen (masuk ke ruangan) VIP, lantaran Pak Djarot nunggu disana tidak ada orang. Makanya Pak Djarot dari pada tunggu senantiasa, saya ajak ke atas, ” kata Ahok.

Sumarno dinilai tidak mematuhi Pasal 10 huruf b serta Pasal 15 huruf a Ketentuan Berbarengan KPU, Bawaslu, serta DKPP Nomor 13 Th. 2012, Nomor 11 Th. 2012, Nomor 1 Th. 2012 perihal Kode Etik Penyelenggara Pemilu.

Pasal itu berkaitan dengan menanggung kwalitas service pada pemilih serta peserta Pilkada sesuai sama baku operasional administrasi penyelenggaraan pemilu.

Meskipun terdapat banyak aduan berkaitan Sumarno, yaitu pertemuan dengan calon gubernur Anies Baswedan kala pengambilan suara lagi (PSU) di TPS 29 Kalibata serta pemasangan photo tindakan 212 sebagai photo profil WhatsApp Sumarno, DKPP cuma menjelaskan yang tidak mematuhi kode etik cuma berkaitan dengan rapat pleno penetapan paslon. Sesaat perkara yang lain tak dinyatakan sebagai pelanggaran kode etik.

About admin