Home / kuliner / Masakan Khas Minahasa Ada Dua Model Masakan Woku

Masakan Khas Minahasa Ada Dua Model Masakan Woku

Masakan Khas Minahasa Ada Dua Model Masakan Woku – Memasak dalam belanga berikan aksen rasa istimewa. Masakan unik dari Minahasa ini udah tidak terlalu sering dijumpai walaupun terasa amatlah enak.

Di Minahasa, Sulawesi Utara, ada dua model masakan woku. Yg pertama merupakan woku blanga, yakni resep woku yg diolah dalam belanga atau periuk, atau panci. Yg ke dua merupakan masakan woku yg dibungkus daun serta lantas dikukus atau dipanggang. Dapat juga dikukus dahulu, lantas finishing-nya diatas bara arang. Biasanya, protein yg diolah woku merupakan ikan.

Semua ragam ikan laut atau ikan air tawar mampu diolah woku. Bahkan juga kepiting lantas kerap diolah woku. Diantara satu idola saya merupakan telur ikan kakap diolah woku blanga. Wuah, totally perfectly mak nyuss!

Cobalah asumsikan dahulu, ikan kakap yg ” mendarat ” di Sulawesi Utara kebanyakan mempunyai ukuran sangatlah besar, maka telurnya lantas tentu besar-besar. Tidak hanya ikan, ayam lantas sesuai diolah woku blanga.

Barusaja ini, tetangga saya di Sentul City – kebetulan dia miliki RM Dodika yg privat memberikan masakan Manado mengirimi saya kepala kakap woku blanga. Saya kira ikan kakapnya mempunyai ukuran 10 kilo-gram, lantaran kepalanya kelihatan benar-benar sangatlah besar.

Nyata-nyatanya, di dalamnya ada juga area tulang duri tengah komplet dengan area lemaknya yg benar-benar bikin saya merem-melek.  Apa yg saya senangi dari masakan woku ini merupakan campuran pada aroma serta citarasanya yg menakjubkan.

Kuahnya tanpa ada santan, akan tetapi merasa tidak tipis. Warnanya kekuningan, dengan aroma kemangi, daun kunyit, daun pandan, serta daun jeruk. Ampun, dah! Aromanya saja udah bikin lutut bergetar. Lebih-lebih sehabis mencecap citarasanya yg sangatlah kaya bumbu. Iman segera rubuh.

Saat begitu, salah satu diet yg mampu dikerjakan merupakan ” diet kumaha engke ” . Dietnya besok-besok saja. Nasi sebakul lantas habis utk mendampinginya.

Barusaja ini saya menemukannya masakan woku daun yg juga bikin saya klepek-klepek. Apabila woku blanga berkuah, woku daun masakannya kering. Masakan yg satu ini di buat dengan sogili, yakni sejenis belut yg mempunyai ukuran besar sekali.

Daging sogili benar-benar kenyal serta lembut berlemak. Daun pembungkusnya bukan hanya daun pisang, namun daun woka atau daun pakis rimba yg bikin aromanya jadi lebih membuai.

Sogili yg saya dapati di Manado ini nyata-nyatanya privat dibudidayakan oleh yang miliki restoran. Soalnya, udah jadi lebih sukar mendapatkannya di pasar. Setahu saya, belut mempunyai ukuran besar ini di Jawa dimaksud sidat. Panjangnya dapat meraih dua mtr., serta diameter penampang tubuhnya dapat meraih 6-8 sentimeter. Warna kulitnya putih kekuningan.

Di dekat Lumajang, Jawa Timur, ada satu buah warung kecil yg privat memberikan sidat – dipepes, digoreng, atau digulai. Dikonsumsi dengan nasi jagung unik Madura.

Sogili woku daun baru saya dapati di satu restoran saja, yakni RM Puncak Manado. Tidaklah mengherankan, sogili woku daun dari restoran ini kerap dipesan utk dibawa terbang ke Jakarta. Benar-benar, santapan ini benar-benar istimewa serta mesti dicoba. Di restoran beda, kebanyakan woku daun di buat dari ikan goropa (kerapu) dibungkus daun pisang.

About admin