Home / berita umum / PDIP Menyikapi Sikap Prabowo Yang Mulititafsir Di Pilpres 2019

PDIP Menyikapi Sikap Prabowo Yang Mulititafsir Di Pilpres 2019

PDIP Menyikapi Sikap Prabowo Yang Mulititafsir Di Pilpres 2019 – PDIP menilainya sikap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang mengatakan siap mensupport yang sangat baik di Pemilihan presiden 2019 multitafsir. Hal tersebut dimaksud supaya lawan salah membaca sikap Prabowo.

” (Sikap itu) biasa saja. Soalnya salah satunya taktik dalam politik merupakan kirim tanda yang multitafsir, agar lawan salah baca. Atau bermain main dengan ideom yang mencitrakan si calon seseorang yang cerdas, demokratis serta arif. Ada pula yg mengaduk-aduk emosi kita dengan menyesuaikan diri menjadi pihak yang dizalimi (playing victim). Intinya panggung politik penuh dengan bermacam sandiwara, ” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, Sabtu (28/7/2018) malam.

Diakuinya sangat baik menanti proses politik yang selalu berjalan. Hal tersebut mesti dikerjakan sekalian membuat taktik politik untuk melawan peluang yang akan berlangsung.

” Jadi yang sangat bijaksana, kita menanti proses politik selalu berjalan, sekalian membuat skenario jamak untuk menghadapi beberapa peluang. Semua pilihan telah dihitung, ” katanya.

Selain itu, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyampaikan pengakuan Prabowo itu peluang ada atas hitung politik. Menurut dia, sikap Prabowo itu pasti akan punya pengaruh pada kader Gerindra.

” Pengakuan Pak Prabowo itu mungkin saja atas hitung politik, beliau akan kalah, kalaupun memaksakan untuk maju pada pemilihan presiden 2019. Sikap ini pasti bertolak belakang dengan tampilan Pak Prabowo yang sampai kini tampilkan diri menjadi ksatria yang pantang mundur, ” katanya.

” Pasti akan melemahkan semangat kader gerindra yang sampai kini habis-habisan membela Pak Prabowo untuk calon presiden. Efek kelanjutan mungkin saja dampak ekor jas yang diinginkan, tidak jatuh ke partainya tetapi justru diserahkan kan ke Demokrat, ” papar Andreas.

Diluar itu, Sekretaris Tubuh Pendidikan serta Kursus DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menyampaikan Prabowo tampak legowo untuk tidak nyapres. Diakuinya menanti ketetapan Prabowo serta Gerindra berkaitan calon presiden yang akan diusung nanti.

Nampaknya memang demikian ya. Pak prabowo tampak legowo, pasti dengan pertimbangan-pertimbangan yang beliau sendiri tahu. Akan tetapi, karena telah deklarasi pencapresan serta semua juru bicara Gerindra membela pencapresan itu, jadi kita tunggulah saja pengakuan sah Pak Prabowo Subianto pencabutan ataupun pembatalannya di komunitas sah Gerindra bersama menunjuk substitusinya, ” kata Eva.

Awal mulanya, Prabowo mengatakan siap mensupport figur yang sangat baik pada Pemilihan presiden 2019. Akan tetapi ada keadaan spesifik sebelum sikap itu jadi fakta.

” Saya mengatakan disini, di depan Saudara-saudara, saya siap jadi alat untuk pergantian sosial, menjadi alat umat, serta alat untuk rakyat Indonesia. Tetapi, kalaupun saya tidak diperlukan serta ada orang yang sangat baik, saya juga siap mensupport kebutuhan rakyat serta umat Indonesia, ” tutur Prabowo dalam pidatonya pada Ijtimak Ulama di Menara Peninsula, Jakbar, Jumat (27/7).

About admin