Home / berita umum / Perbaikan Lapas Segera Lebih Baik

Perbaikan Lapas Segera Lebih Baik

Perbaikan Lapas Segera Lebih Baik – Jaksa Agung M Prasetyo menilainya membutuhkan perbaikan metode di instansi permasyarakatan (lapas) pasca-operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Menurut dia aparat penjaga lapas jadi instrumen utama yg musti jadi perhatian dalam perbaikan metode.

” Bila itu pastinya butuh perbaikan metode. Saya duga seluruhnya kembali lagi aparat pelaksana ya. Pelaksana yg tak gampang dibujuk, tak gampang dirayu serta dia mengerjakan pekerjaan sesuai sama apa yang wajib diselesaikan, ” kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/7/2018).

” Bila itu dipegang teguh, semestinya sekurang-kurangnya kita sanggup mengharapkan, beragam ragam penyimpangan sanggup kita minimalkan. Peraturan memiliki SOP (standard operasional prosedur), memiliki protap (prosedur terus) yang wajib dipatuhi serta jadikan rujukan. Bila itu dipegang teguh, semestinya sekurang-kurangnya kita sanggup mengharapkan beragam ragam penyimpangan kita sanggup eliminir serta menghilangkan, ” sambung dia.

Menurut dia, OTT KPK di Lapas Sukamiskin jadi peringatan untuk aparatur negara buat mengemban amanah warga. ” Itu bukti kalau tetap pentingnya seluruhnya pihak penyelenggara negara buat sungguh-sungguh mengemban amanah, keyakinan warga ini sebaik-baiknya ya. Butuh diingat kalau apa yg berada pada kita, sebatas butuh diemban dengan baik. Jangan sampai dicederai, jangan sampai dicurangi serta jangan sampai diselewengkan, ” tegas Prasetyo.

OTT pada Kalapas Sukamiskin Wahid Husen diadakan KPK pada Jumat (20/7). Kala OTT berjalan, narapidana korupsi Fuad Amin serta Tubagus Chaeri Wardana tidaklah ada di sel. Pihak lapas mengemukakan kedua-duanya tengah berobat.

Dari OTT itu, KPK mengamankan barang untuk bukti suap layanan sel lux serta izin napi di Lapas Sukamiskin ialah uang keseluruhan RP 279. 920. 000 serta USD 1. 410. Tidak hanya itu, ada dua mobil Wahid Husen yg ditangkap KPK lantaran dikira berkenaan suap, ialah Mitsubishi Triton Exceed serta Pajero Sport Dakkar.

Tidak cuman Wahid Husen, ada 3 orang yg diputuskan KPK jadi terduga dalam perkara suap layanan napi korupsi di Lapas Sukamiskin, ialah staf Wahid Husen bernama Hendry Saputra, pemberi suap ialah suami Inneke, Fahmi Darmawansyah yg berstatus napi korupsi, serta Andi Berkah, narapidana perkara pidana umum/tahanan pendamping Fahmi.

About admin