Home / berita umum / Seniman Melawan Pemerintah Dengan Caranya Sendiri

Seniman Melawan Pemerintah Dengan Caranya Sendiri

Seniman Melawan Pemerintah Dengan Caranya Sendiri – Dengan undang-undang baru serta bermacam rintangan administrasi, Pemerintah Malaysia membuat jadi lebih sulit hidup beberapa lawannya saat pemilu. Tetapi satu seniman grafis lagi tengah melawan.

Seniman grafis Fahmi Reza bergerak dengan hati-hati lewat Pecinan Kuala Lumpur.

Dengan mengenakan pakaian serba hitam, aktivis veteran itu menyaksikan sekitar utk periksa siapa yg menyaksikan saat sebelum ia menampar stiker desainnya sendiri di tiang listrik.

Itu merupakan karikatur Perdana Menteri Najib Razak, digambarkan menjadi semacam badut film horor – lebih menyerupai sifat Pennywise dari film IT ketimbang Ronald McDonald.

” Buat saya itu perbuatan pembangkangan, ” kata Reza.

” Lantaran saya beberapa waktu terakhir ini dijatuhi hukuman penjara lantaran merencanakan banyak stiker badut Perdana Menteri. “

Reza berkata perihal skandal 1MDB, dimana Departemen Kehakiman AS menyampaikan miliaran dolar duit pembayar pajak disedot dibawah pengawasan Najib.

Dibawah undang-undang baru perihal ” berita palsu ” , mengatakan Perdana Menteri laksanakan suatu hal yg salah mampu dihukum penjara.

Ini usaha beda oleh mereka utk membungkam kritik apa pun utk mereka, memanfaatkan hukum siber, ” kata Reza.

” Saya fikir arah dari UU berita palsu cuma utk membuat resiko yg mengerikan, utk bikin orang takut utk memposting perihal yg urgent kepada Pemerintah. “

” Saya beroleh pesan dari banyak orang-orang di Facebook, ‘bisakah mereka dituntut menurut undang-undang lantaran retweeting atau share tulisan saya di jejaring sosial? ‘. “

” Saya fikir itu memberikan mereka jadi takut, serta itu sukses. ” Dengan UU baru serta bermacam pencegah jalan administrasi, Pemerintah Malaysia membuat jadi lebih sulit hidup beberapa lawannya.

Partai politik salah satu penantang serius utk Najib, eks perdana menteri Dr Mahathir Mohamad, dibubarkan satuhari saat sebelum penentuan ini tergantung.

Sesaat Kuala Lumpur jadi lautan bendera serta poster bertuliskan muka tersenyum Najib, muka Mahathir tak kelihatan : peraturan beda menghambat gambarnya diunjukkan di materi kampanye.

Pemilu diselenggarakan pertengahan minggu depan, dalam apa yg di katakan oposisi menjadi usaha utk membatasi jumlah pemilih, serta restriksi elektoral sangatlah untungkan partai yg berkuasa.

Serta lantas ada perbuatan keras pada pemakai web seperti Facebook serta Twitter.

” Kami udah menyaksikan sepanjang setahun lebih paling akhir penindasan kepada ketaksamaan pendapat, ” kata pengacara Syahredzan Johan, yg mewakili berapa pemakai jejaring sosial muda yg udah di tangkap lantaran menulis mereka.

” Mereka udah memanfaatkan beberapa UU. Legislasi paling utama merupakan perbuatan penghasutan. “

” Mereka juga memanfaatkan UU yg khususnya ditargetkan di internet, serta pastinya ada anti berita palsu. Semuanya ini dimanfaatkan utk membungkam ketaksamaan pendapat. “

” Saya fikir ini merupakan keadaan dimana negara mengusahakan utk merebut kembali apa yg sempat berjalan. “

” Dulu, saat sebelum ini, kabar dimonopoli oleh negara. Saat ini negara sebatas penyampai kabar. “

” Ini udah jadi keadaan dimana negara mau beroleh kembali kendali atas kabar serta ini merupakan langkah negara mengusahakan utk mengatakan kendalinya. “

Moga-moga bakal ada tambah banyak tantangan, lantaran kami miliki konstitusi disini – UU mampu di-test disini. “

Diantara satu arah dari partai Najib, Barisan Nasional, merupakan jadi pemenang dua pertiga sebagian besar di Parlemen pada 9 Mei – yg bakal biarkan mengganti konstitusi.

Reza hadapi persidangan beda lantaran mengkritik Najib. Ia bersikukuh tak risau.

” Lantaran saya udah laksanakan ini sepanjang 15 th. paling akhir – saya udah dikurung berapa kali. . . Saya sempat dipukuli lantaran karya saya serta saya udah dilarang kuliah serta bahkan juga dilarang berpergian ke luar negeri. “

” Saat ini saya udah miliki kebiasaan, mereka bakal turun serta turun dengan keras. “

About admin