Home / berita umum / Setelah 4 Bulan Bekerja Di Klinik Dokter Gadungan Spesialis Penyakit Kulit Di Tangkap Polisi

Setelah 4 Bulan Bekerja Di Klinik Dokter Gadungan Spesialis Penyakit Kulit Di Tangkap Polisi

Setelah 4 Bulan Bekerja Di Klinik Dokter Gadungan Spesialis Penyakit Kulit Di Tangkap Polisi – Kepolisian Bagian Gunungputri menangkap S (43) , dokter gadungan yg mengakui spesialis penyakit saraf di Klinik Rajawali Medika Jalan Raya Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Penangkapan pria yg mengakui lulusan Fakultas Kedokteran Kampus Diponegoro (Undip) Semarang ini atas laporan yang memiliki klinik itu.

” Pemeran diamankan Kamis tempo hari sesudah ada laporan dari pihak klinik bahwa tersangka dikira melaksanakan penipuan, ” kata Panit Reskrim Polsek Gunungputri Ipda Ano Junaedi, Jumat (19/1/2018) .

Tidak cuman menangkap aktor, polisi juga mengamankan tanda untuk bukti berwujud busana dokter juga stetoskop.

Ano mengemukakan, pihak klinik memberikan laporan S dikarenakan mengakui dokter spesialis saraf serta memalsukan dokumen seperti ijazah juga Surat Sinyal Registrasi (STR) yg di keluarkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) .

” Terbongkarnya sesudah aktor bekerja sepanjang 4 bln. di klinik itu. Kami dapat datangkan saksi paka dari Dinas Kesehatan serta dari IDI buat melihat ulang data aktor, ” jelas Ano.

Sisi Umum Klinik Rajawali Medika, Arif Rudianto memaparkan, awalannya klinik itu buka lowongan kerja teristimewa dokter spesialis penyakit dalam lebih kurang Juli 2017. Dikarenakan klinik ini tengah mengupayakan jadi tempat penyembuhan paling utama, yg diantaranya punya dokter spesialis penyakit saraf.

” Yang perihal turut melamar serta interview sembari menyerahkan foto-copy ijazah, STR dari IDI serta beberapa syarat yang lain lebih kurang bln. Agustus, ” jelas Arif.

Selagi diwawancara, aktor mengakui jadi spesialis penyakit saraf serta lulusan Undip Semarang. ” Segala persyaratannya fotokopian. Alasannya yg asli ada pada tempat tinggalnya di Semarang, ” ucap Arif.

Tanpa ada rasa syak wasangka, pihak pengelola selanjutnya terima aktor bekerja di klinik itu serta terima honor Rp 24 juta per bln.. Tapi, aktor disuruh buat selekasnya perpanjang salah satunya prasyarat paling utama yaitu STR dari IDI yg dapat habis periode berlakunya 9 Agustus.

Selagi itu, aktor sesaat saat tdk di beri pekerjaan buka praktek sepanjang belum juga perpanjang STR dari IDI.

” Sepanjang belum juga memperpanjang STR dia datang cuma tidak hadir tiap-tiap hari Senin serta Rabu, belum juga diberikan buka praktek. Namun sanggup penghasilan, ” papar dia.

Dikarenakan tidak kunjung diperpanjang, pihak pengelola mulai syak wasangka. Khususnya, argumen aktor selamanya berbelit-belit selagi disuruh STR. Meski sebenarnya pengurusan perpanjangan STR ini paling lama dua bln..

” Dikarenakan syak wasangka, selanjutnya kami memberikan laporan ke polisi, ” kata dia.

Sampai waktu ini penyidik Satreskrim Polsek Gunung Putri masih tetap selalu periksa S serta ditahan di sel Mapolsek Gunung Putri sembari tunggu sistem hukum seterusnya.

About admin