Home / berita umum / Tak Terima Anak Gadisnya Dihamili, Pemuda di Lamongan Dipolisikan

Tak Terima Anak Gadisnya Dihamili, Pemuda di Lamongan Dipolisikan

Tak Terima Anak Gadisnya Dihamili, Pemuda di Lamongan Dipolisikan – Tidak terima anak gadisnya dihamili, seseorang ayah di Lamongan memberikan laporan kekasih anaknya ke polisi. Pria itu juga mesti melakukan harinya di sel tahanan.

Laporan ini bermula dari keraguan sang ayah pada sehari-harinya korban. Putrinya yang masih tetap duduk di bangku kelas 3 SMP itu tampak seringkali melamun.

Sang ayah juga terasa fisik korban tampak berlainan karena perutnya membuncit.

“Sesudah ada pendekatan dari orangtua, pada akhirnya di ketahui jika korban tengah hamil karena tingkah pacarnya,” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Norman Wahyu Hidayat pada wartawan di Mapolres Lamongan, Rabu (5/9/2018).

Disebutkan oleh Norman, sesudah dengan telaten serta intensif membawa komunikasi anaknya, pada akhirnya korban mengaku bila tengah memiliki kandungan. Korban juga mengakui janin yang dikandungnya itu hasil hubungan dengan sang pacar yang berinisial HS (18) masyarakat Desa Dateng, Kecamatan Laren.

Dari pernyataan yang sama, Bunga menyampaikan jalinan seperti suami istri itu dikerjakan medio Maret 2018 didalam rumah korban.

“Dari pernyataan orang-tua korban, kami sukses mengamankan aktor,” jelas Norman.

Norman memberikan, selesai ditangkap, aktor cuma mengakui lakukan jalinan seperti suami istri dengan korban sekitar 3 kali. Aktor, lanjut Norman, juga mengaku jika telah berpacaran dengan korban semenjak korban duduk di bangku kelas 1 SMP

“Saya ingin tanggung jawab, tetapi jalinan kami tidak disetujui,” kata HS di depan petugas.

Ditambahkan HS, perbuatan itu dikerjakan saat ke-2 orangtua korban tidak ada didalam rumah. Tidak hanya didalam rumah korban, HS juga mengakui sempat mengerjakannya di tanggul Bengawan Solo. “Aktor ini nyatanya sempat juga ditangkap pemuda kampung karena disangka melakukan perbuatan cabul ke korban beberapa waktu lalu,” tambah Norman.

Sekarang HS mesti mendekam di sel tahanan Mapolres Lamongan untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. HS akan dijaring dengan Masalah 81 ayat 1 serta 2 serta atau masalah 82 ayat 1 UU nomer 35/2014 mengenai pergantian atas UU nomer 23/2002 mengenai perlindungan anak.

“Aktor disangka lakukan tindak pidana dengan menyengaja lakukan kekerasan, ancaman kekerasan, tipu muslihat, rangkaian kebohongan, merayu anak untuk lakukan persetubuhan serta atau perbuatan cabul pada anak,” tutup Norman.

About admin